Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Perkuat Evaluasi Kinerja Berbasis Hasil dan Akuntabilitas Pengawasan

Anggota Bawaslu Herwyn J.H Malonda saat membuka Forum Diskusi Evaluasi Implementasi IKU 2026 dan Integrasi e-Monev Cermat yang berlangsung secara hybrid di Minahasa Utara, Senin (19/10/2026).

Anggota Bawaslu Herwyn J.H Malonda ( saat membuka Forum Diskusi Evaluasi Implementasi IKU 2026 dan Integrasi e-Monev Cermat yang berlangsung secara hybrid di Minahasa Utara, Senin (19/10/2026).

Minahasa Utara, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Peningkatan kualitas pengawasan pemilu membutuhkan sistem evaluasi kinerja yang mampu menunjukkan hasil nyata, bukan sekadar mencatat aktivitas organisasi. Karena itu, evaluasi Indikator Kinerja Utama (IKU) perlu diarahkan untuk mengukur capaian, dampak pelaksanaan tugas, serta kontribusi pengawas pemilu dalam menjaga hak pilih masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Herwyn J.H. Malonda saat membuka Forum Diskusi Evaluasi Implementasi IKU 2026 dan Integrasi e-Monev Cermat secara hybrid di Minahasa Utara, Senin (19/10/2026). Ia menekankan pentingnya menjadikan evaluasi sebagai instrumen untuk memastikan kinerja pengawasan berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Keberhasilan kinerja tidak cukup dinilai dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Pengukuran perlu melihat apa yang dihasilkan, perubahan yang dicapai, hingga manfaatnya bagi kualitas pengawasan dan perlindungan hak pilih masyarakat,” jelas Herwyn.

Menurutnya, monitoring dan evaluasi harus mampu memperlihatkan kesesuaian antara target yang telah ditetapkan dan realisasi di lapangan. Setiap capaian juga perlu dinilai berdasarkan kualitas hasil serta didukung bukti yang valid dan dapat diverifikasi.

Melalui evaluasi tersebut, Bawaslu dapat mengidentifikasi berbagai kendala yang memengaruhi pencapaian kinerja. Sejumlah aspek yang perlu diperhatikan meliputi kompetensi sumber daya manusia, kepatuhan terhadap prosedur, ketersediaan sumber daya pendukung, hingga efektivitas tata kelola organisasi.

Pemanfaatan teknologi turut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem evaluasi. Integrasi e-Monev Cermat diharapkan memudahkan pemetaan capaian dan kesenjangan kinerja secara lebih sistematis. Meski demikian, Herwyn mengingatkan bahwa penggunaan sistem digital harus tetap disertai validasi data, pemeriksaan bukti, dan analisis substantif agar informasi yang dihasilkan mencerminkan kondisi sebenarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan karakteristik wilayah dalam menganalisis pelaksanaan tugas pengawasan, khususnya di Sulawesi Utara. Tantangan akses transportasi, konektivitas digital, serta kebutuhan koordinasi di kawasan perbatasan menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam pemetaan risiko dan perencanaan dukungan organisasi.

Kendati demikian, kondisi geografis dan keterbatasan sumber daya tidak boleh mengurangi standar integritas maupun kepatuhan terhadap prosedur. Evaluasi harus tetap berlandaskan ukuran kinerja yang jelas, sekaligus mempertimbangkan kondisi riil yang dihadapi jajaran pengawas pemilu.

Lebih lanjut, Herwyn menegaskan bahwa hasil evaluasi perlu ditindaklanjuti melalui langkah perbaikan yang terarah. Setiap persoalan yang ditemukan harus dianalisis hingga akar penyebabnya, kemudian diterjemahkan menjadi rekomendasi yang dilengkapi penanggung jawab, batas waktu penyelesaian, dan bukti tindak lanjut.

“Dengan demikian, akuntabilitas tidak sekadar tercermin dalam laporan, tetapi juga dalam peningkatan kualitas kerja, profesionalitas personel, dan hasil pengawasan yang semakin dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Herwyn.

Melalui evaluasi IKU dan integrasi e-Monev Cermat, Bawaslu diharapkan dapat memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil. Dengan pengukuran yang terukur dan tindak lanjut yang konsisten, evaluasi kinerja tidak hanya menjadi bagian dari administrasi organisasi, tetapi juga instrumen untuk mendorong pengawasan pemilu yang lebih berkualitas dan perlindungan hak pilih masyarakat yang semakin optimal.

foto dan sumber berita; Bawaslu RI

Penyuting Berita ;  Rheisva Trianiga