Literasi Digital Penting untuk Cegah Hoaks Pemilu
|
Bengkulu Utara – Perkembangan teknologi informasi dan media sosial menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas demokrasi. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh informasi hoaks maupun provokasi politik.
Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Sengketa, Andi Wibowo, S.H dalam kegiatan edukasi pengawasan demokrasi pada Mei 2026.
Menurut Andi, penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu polarisasi masyarakat dan mengganggu stabilitas demokrasi.
“Media sosial harus dimanfaatkan sebagai ruang edukasi demokrasi, bukan sebagai sarana penyebaran hoaks dan ujaran kebencian,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi politik yang beredar di internet, terutama menjelang tahapan pemilu mendatang.
Bawaslu di berbagai daerah selama Mei 2026 juga terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif serta pendidikan demokrasi kepada masyarakat dan mahasiswa untuk menjaga kualitas pemilu yang berintegritas.
Menurut Andi, penguatan literasi digital menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang demokrasi yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab.
penulis; rheisva trianiga