Bawaslu Bengkulu Utara Perkuat Budaya Kerja Berbasis Integritas dan Akuntabilitas, Wujudkan Pengawasan yang Profesional
|
Arga Makmur, Juni 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bengkulu Utara terus memperkuat budaya kerja berbasis integritas dan akuntabilitas sebagai bagian dari komitmen membangun lembaga pengawas pemilu yang profesional, independen, dan dipercaya masyarakat. Penguatan nilai-nilai tersebut dilakukan melalui kegiatan pembinaan internal dan evaluasi kinerja yang melibatkan seluruh jajaran pimpinan serta sekretariat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman seluruh aparatur mengenai pentingnya menjunjung tinggi etika, disiplin, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara mengatakan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu. Menurutnya, setiap pegawai memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik institusi melalui sikap dan perilaku yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta kode etik.
"Kepercayaan masyarakat merupakan aset yang sangat berharga bagi Bawaslu. Kepercayaan itu dibangun melalui integritas, profesionalisme, dan konsistensi dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu, penguatan budaya kerja harus dilakukan secara terus-menerus agar menjadi karakter setiap insan Bawaslu," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengawasan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis aparatur, tetapi juga oleh komitmen dalam menerapkan prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi, independensi, dan pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing bagian, sekaligus mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), disiplin administrasi, serta penyelesaian pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara mengatakan bahwa budaya kerja yang baik harus dibangun melalui komitmen bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan.
"Setiap pegawai memiliki peran dalam menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan berintegritas. Budaya kerja yang positif akan meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kinerja kelembagaan," katanya.
Selain pembinaan disiplin kerja, Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara juga menekankan pentingnya penerapan prinsip akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan program dan penggunaan anggaran. Seluruh kegiatan yang dilaksanakan harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun substantif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap birokrasi yang bersih dan transparan, Bawaslu menilai penguatan budaya kerja menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Aparatur dituntut untuk bekerja secara profesional, menghindari konflik kepentingan, menjaga netralitas, serta mengedepankan pelayanan yang cepat, tepat, dan responsif.
Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara juga mengingatkan pentingnya penerapan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN), seperti berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Selain itu, evaluasi juga diarahkan pada penguatan komunikasi internal antarbagian guna menciptakan koordinasi yang lebih efektif. Menurut Bawaslu, komunikasi yang baik akan mempercepat penyelesaian pekerjaan, meminimalkan kesalahan administrasi, serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.
Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara turut mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung budaya kerja yang modern. Digitalisasi administrasi, pengelolaan dokumen elektronik, serta sistem koordinasi berbasis teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus memperkuat transparansi organisasi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara menegaskan bahwa budaya kerja berbasis integritas harus menjadi komitmen jangka panjang seluruh jajaran.
"Kami ingin membangun organisasi yang tidak hanya kuat dari sisi regulasi dan pengawasan, tetapi juga memiliki budaya kerja yang sehat, disiplin, dan berintegritas. Ketika seluruh jajaran bekerja dengan penuh tanggung jawab, maka pelayanan kepada masyarakat akan semakin berkualitas dan kepercayaan publik terhadap Bawaslu akan terus meningkat," tegasnya.
Ke depan, Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara akan terus melaksanakan pembinaan internal secara berkala melalui evaluasi kinerja, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pembinaan etika, serta peningkatan kompetensi aparatur. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi membangun kelembagaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus mendukung pelaksanaan tugas pengawasan yang semakin profesional.
Melalui penguatan budaya kerja berbasis integritas dan akuntabilitas, Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan aparatur yang profesional dan berintegritas, Bawaslu optimistis mampu menjaga kepercayaan masyarakat serta memperkuat kualitas demokrasi di Kabupaten Bengkulu Utara.
penulis ; Adinda Putri K,N