Lompat ke isi utama

Berita

Siapkan Pemilu 2029, Bawaslu Evaluasi Catatan Pemilu 2024 dari Sekarang

Deputi Bidang Administrasi, La Bayoni saat membuka kegiatan Rapat Pembinaan, Evaluasi, dan Monitoring atas Pelaksanaan Program Kegiatan dalam Lingkup Tugas dan Fungsi Kedeputian Bidang Administrasi, pada Senin (14/9/2026).

Deputi Bidang Administrasi, La Bayoni saat membuka kegiatan Rapat Pembinaan, Evaluasi, dan Monitoring atas Pelaksanaan Program Kegiatan dalam Lingkup Tugas dan Fungsi Kedeputian Bidang Administrasi, pada Senin (14/9/2026).
 

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Pemilu 2029 memang masih berada di depan, tetapi persiapannya perlu dimulai sejak jauh hari. Salah satu langkah yang dilakukan Bawaslu adalah mengevaluasi berbagai pelaksanaan tugas dan dukungan kesekretariatan pada Pemilu 2024 sebagai bahan perbaikan menghadapi tahapan Pemilu berikutnya.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Administrasi Bawaslu La Bayoni saat membuka Rapat Pembinaan, Evaluasi, dan Monitoring atas Pelaksanaan Program Kegiatan dalam Lingkup Tugas dan Fungsi Kedeputian Bidang Administrasi, Senin (14/9/2026).

Menurut La Bayoni, masa non-tahapan menjadi ruang strategis bagi jajaran sekretariat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh. Berbagai persoalan yang muncul pada Pemilu 2024 perlu dibahas bersama, termasuk dalam pelaksanaan fungsi fasilitasi terhadap tugas dan kewenangan anggota Bawaslu.

“Kita perlu duduk bersama mengevaluasi semua kegiatan-kegiatan yang kita lakukan. Seperti tugas-tugas kita dalam memfasilitasi tugas dan fungsi anggota, apakah ada kelancaran, hambatan dan sebagainya, akan kita selesaikan di proses non-tahapan seperti ini,” ujar La Bayoni.

Non-Tahapan Jadi Ruang Berbenah

La Bayoni menjelaskan, kegiatan pembinaan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Sekretaris Jenderal Bawaslu agar jajaran pejabat di lingkup Sekretariat Jenderal melakukan pembinaan sesuai bidang masing-masing.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat memastikan jajaran sekretariat, baik di tingkat pusat maupun daerah, memiliki kesiapan yang lebih baik sebelum tahapan Pemilu 2029 memasuki fase pelaksanaan.

“Kegiatan yang akan kita lakukan pada hari ini berawal dari keinginan Sekretaris Jenderal untuk semua pejabat Eselon I pada lingkup Sekretaris Jenderal melakukan pembinaan di bidang masing-masing. Dengan maksud pada saat tahapan akan berjalan di bulan Juni nanti, sesuai dengan penetapan yang akan dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, kita sekretariat betul-betul telah siap melaksanakan berbagai tugas-tugas untuk kelancaran pelaksanaan tugas di semua tingkatan,” jelasnya.

Standar Kerja Harus Terus Ditingkatkan

Selain evaluasi, La Bayoni mendorong jajaran sekretariat untuk meningkatkan standar kerja dan menyelesaikan berbagai program yang pada periode sebelumnya belum mencapai target.

Menurutnya, Kedeputian Bidang Administrasi memiliki peran penting dalam memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas kelembagaan. Karena itu, pola kerja sekretariat perlu terus beradaptasi dengan kebutuhan organisasi, disiplin dalam pelaksanaan, serta berorientasi pada hasil.

Penguatan tersebut menjadi penting agar berbagai kebutuhan kelembagaan dapat difasilitasi secara tepat dan mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Bawaslu di setiap tingkatan.

Anggaran Bukan Sekadar Terserap

La Bayoni juga mengingatkan jajaran sekretariat untuk menjaga integritas dan efektivitas dalam pengelolaan anggaran.

Ia menekankan bahwa kualitas pelaksanaan program tidak dapat hanya diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi juga dari capaian fisik dan manfaat yang dihasilkan.

“Berikutnya berkaitan dengan kualitas pelayanan, pastikan penyerapan anggaran sejalan dengan capaian fisik yang berkualitas, bukan sekadar menghabiskan anggaran,” tegasnya.

Satu Suara, Satu Kerja

Di akhir arahannya, La Bayoni mengajak seluruh jajaran meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas unit. Menurutnya, persoalan kelembagaan tidak dapat diselesaikan secara parsial sehingga membutuhkan komunikasi dan sinergi dari seluruh jajaran sekretariat.

Ia juga mengingatkan jajaran Bawaslu di daerah untuk menjaga keselarasan kerja dan mematuhi koordinasi melalui kepala sekretariat sesuai tingkatan.

Dengan evaluasi yang dilakukan sejak masa non-tahapan, Bawaslu berharap berbagai catatan dari Pemilu 2024 dapat menjadi pembelajaran konkret untuk memperbaiki sistem kerja, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kesiapan sekretariat menghadapi tahapan Pemilu 2029.

Pemilu berikutnya belum dimulai, tetapi kesiapan untuk menghadapinya perlu dibangun dari sekarang.

sumber berita ; Bawaslu RI

Penulis ; Gomgom