Lompat ke isi utama

Berita

Pengawasan Tak Pernah Libur: Peran Bawaslu di Masa Non Tahapan Pemilu

Sekretariat Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara

Bengkulu Utara – Meskipun tahapan pemilu belum berlangsung, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bengkulu Utara menegaskan bahwa tugas pengawasan demokrasi tidak pernah berhenti. Di masa non tahapan pemilu, Bawaslu tetap menjalankan berbagai kegiatan strategis sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi serta memperkuat kesiapan pengawasan pada pemilu mendatang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara, Tri Suyanto, menyampaikan bahwa masa non tahapan menjadi momentum penting bagi lembaga pengawas pemilu untuk melakukan penguatan internal, evaluasi, serta peningkatan kapasitas jajaran pengawas.

Menurutnya, pengawasan pemilu tidak hanya dilakukan ketika tahapan pemilu berjalan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan persiapan yang bertujuan memastikan sistem pengawasan semakin efektif dan responsif terhadap potensi pelanggaran.

“Pengawasan pemilu tidak hanya dimulai saat tahapan berlangsung. Justru di masa non tahapan ini kami melakukan berbagai persiapan, mulai dari evaluasi pengawasan sebelumnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga peningkatan edukasi kepada masyarakat,” ujar Tri Suyanto.

Selain penguatan kelembagaan, Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara juga terus mendorong pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam menjaga proses demokrasi. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan transparan.

Melalui berbagai program edukasi, diskusi publik, dan sosialisasi, Bawaslu berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran bersama dalam mengawasi jalannya demokrasi.

Tri Suyanto menambahkan bahwa masyarakat memiliki posisi strategis sebagai mitra Bawaslu dalam mengawasi potensi pelanggaran pemilu. Oleh karena itu, penguatan kesadaran publik mengenai aturan dan prinsip demokrasi menjadi bagian penting dari kegiatan Bawaslu di masa non tahapan.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi masyarakat. Karena itu, Bawaslu terus membuka ruang bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan pemilu,” tambahnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Bawaslu Kabupaten Bengkulu Utara berharap dapat terus menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi, sekaligus memastikan bahwa setiap tahapan pemilu di masa mendatang dapat berjalan sesuai dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Melalui komitmen pengawasan yang berkelanjutan, Bawaslu menegaskan bahwa menjaga demokrasi bukan hanya tugas pada masa pemilu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan setiap saat.

penulis gomgom